Selasa, 10 Januari 2012

CAMPAK ( MORBILI )


A. Pengertian
Campak ( Rubeola, Measles, Morbili ) adalah infeksi virus akut yang sangat menular, ditandai dengan demam, lemas, batuk, peradangan selaput mata serta timbulnya bintik-bintik merah di kulit. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak.
B. Penyebab
 
Penyebabnya virus morbili (paramiksovirus). Virus ini terdapat dalam darah dan cairan nasofaring pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir. Penularan infeksi terjadi karena menghirup ludah penderita campak. Penderita bias menularkan ionfeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam pada kulit dam selama ruam kulit tersebut masih ada.   Sebelum vaksinasi digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun terutama pada anak-anak usia pra sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.
C. Tanda dan gejala
Masa tunas (inkubasi) berkisar sekitar 12-14 hari, referensi lain menyebutkan 10-20 hari. Gejala dibagi menjadi 3 stadium:
1. Stadium awal (prodromal)
Sebelum stadium awal ada masa inkubasi (masa dari kontak dengan virus sampai mulai timbulnya gejala) yang berlangsung kira-kira 10-12 hari. Stadium awal umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan panas, lemas, nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan.
Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza sehingga sulit diagnosa pada stadium ini. Yang khas bila terdapat bercak sebesar ujung jarum (bercak Koplik) di dinding pipi bagian dalam dan penderita pernah kontak dengan penderita morbili dalam 2 minggu terakhir.

2. Stadium timbulnya bercak (erupsi)
Terjadi sekitar 2-3 hari setelah stadium awal.
Ditandai dengan: demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga. Kadang disertai diare dan muntah.

3. Stadium masa penyembuhan (konvalesen)
Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi. Adanya kulit kehitaman dan bersisik (hiperpigmentasi) dapat merupakan tanda penyembuhan.

D. Cara Penularan
Yang patut diwaspadai, penularan penyakit campak berlangsung sangat cepat melalui perantara udara atau semburan ludah (droplet) yang terisap lewat hidung atau mulut. Penularan terjadi pada masa fase kedua hingga 1-2 hari setelah bercak merah timbul. Sayangnya, masih ada anggapan yang salah dalam masyarakat akan penyakit campak. Misalnya, bila satu anggota keluarga terkena campak, maka anggota keluarga lain sengaja ditulari agar sekalian repot. Alasannya, bukankah campak hanya terjadi sekali seumur hidup? Jadi kalau waktu kecil sudah pernah campak, setelah itu akan aman selamanya. Ini jelas pendapat yang tidak benar karena penyakit bukanlah untuk ditularkan. Apalagi dampak campak cukup berbahaya.
Anggapan lain yang patut diluruskan, yaitu bahwa bercak merah pada campak harus keluar semua karena kalau tidak malah akan membahayakan penderita. Yang benar, justru jumlah bercak menandakan ringan-beratnya campak. Semakin banyak jumlahnya berarti semakin berat penyakitnya. Dokter justru akan mengusahakan agar campak pada anak tidak menjadi semakin parah atau bercak merahnya tidak sampai muncul di sekujur tubuh.
Selain itu, masih banyak orang tua yang memperlakukan anak campak secara salah. Salah satunya, anak tidak dimandikan. Dikhawatirkan, keringat yang melekat pada tubuh anak menimbulkan rasa lengket dan gatal yang mendorongnya menggaruk kulit dengan tangan yang tidak bersih sehingga terjadi infeksi berupa bisul-bisul kecil bernanah. Sebaliknya, dengan mandi anak akan merasa nyaman.

E. Penanganan
Ø Bila campaknya ringan, anak cukup dirawat di rumah. Kalau campaknya berat atau sampai terjadi komplikasi maka harus dirawat di rumah sakit.
Ø Anak campak perlu dirawat di tempat tersendiri agar tidak menularkan penyakitnya kepada yang lain. Apalagi bila ada bayi di rumah yang belum mendapat imunisasi campak.
Ø Beri penderita asupan makanan bergizi seimbang dan cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Makanannya harus mudah dicerna, karena anak campak rentan terjangkit infeksi lain, seperti radang tenggorokan, flu, atau lainnya. Masa rentan ini masih berlangsung sebulan setelah sembuh karena daya tahan tubuh penderita yang masih lemah.
Ø Lakukan pengobatan yang tepat dengan berkonsultasi pada dokter.
Ø Jaga kebersihan tubuh anak dengan tetap memandikannya.
Ø Anak perlu beristirahat yang cukup.

F. Pencegahan
Imunisasi ( imunisasi campak untuk bayi diberikan pada umur 9 bulan ). Bisa pula imunisasi campuran, misalnya MMR (measles-mump-rubella), biasanya diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Imunisasi campak diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif. Vaksin campak mengandung virus campak hidup yang telah dilemahkan. Vaksin campak yang beredar di Indonesia dapat diperoleh dalam bentuk kemasan kering tunggal atau dalam kemasan kering dikombinasikan dengan vaksin gondong dan rubella (campak Jerman) (A.H. Markum, 2002 : 26).
G. Pengobatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani istirahat. Untuk menurunkan demam, diberikan kompres hangat dan obat penurun demam dan segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit 






*      Pengobatan tradisional
Pengobatan tradisional yang dapat di lakukan di rumah yaitu dengan cara memberikan minum air kelapa muda yang di campur dengan madu.
1.      Kelapa
Kelapa adalah buah yang memiliki multimanfaat. Mulai dari akar, batang, daun, dahan, hingga buahnya. Akarnya bisa dijadikan bahan kayu bakar dan kerajinan seni. Batangnya bisa digunakan sebagai bahan bangunan rumah. Daunnya bisa buat janur pernikahan maupun tempat untuk ketupat. Lidinya bisa dibuat sapu. Kemudian buahnya, antara air dan isinya, juga mengandung banyak manfaat.
Air kelapa memiliki karakteristik cita rasa yang khas. Di samping itu, air kelapa juga punya kandungan gizi, dan juga mengandung unsur mikro berupa mineral yang dibutuhkan tubuh. Mineral tersebut di antaranya kalium (K), natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P), dan sulfur (S). Yang cukup mencengangkan, dalam air kelapa juga ditemukan berbagai vitamin. Sebut saja vitamin C dan berbagai asam seperti, asam nikotinat, asam pantotenal, dan asam folat. Vitamin B kompleks yang dikandungnya antara lain niacin, riboflavin, dan thiamin.
Kandungan mineral alami dan protein berkualitas tinggi di dalam kelapa sangat baik untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel dalam tubuh. Airnya dikenal sebagai air mineral dan merupakan minuman penyegar. Kandungan gula yang terdapat pada air kelapa mudah diserap oleh tubuh.. Air kelapa mempunyai sifat seimbang (isotonis) dan kaya dengan elektrolit. Karenanya, sangat baik diminum ketika tubuh kekurangan elektrolit, misal setelah aktifitas atau olah raga dan pada saat tubuh mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan.
Nilai kalori rata-rata pada pada air kelapa berkisar 17 kalori per 100 gram. Air kelapa hijau, lebih banyak mengandung tanin atau antidotum (anti racun) yang paling tinggi, kandungan zat kimia lain yang menonjol yaitu berupa enzim yang mampu mengurai sifat racun

2.      Madu
Madu adalah makanan yang di dalamnya mengandung banyak gizi, antara lain protein, asam amino, vitamin, karbohidrat, mineral, dan zat lain yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Menurut penelitian, madu merupakan sumber gizi yang tinggi di antara produk ternak lain, seperti susu, telur, mentega, keju, dan daging Madu yang dihasilkan lebah ini mengandung senyawa asetilkolin yang bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan darah. Hal ini menyebabkan gula yang terkandung dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi secara cepat jika dibandingkan dengan gula biasa.
Selain itu, madu kaya akan antioksidan. Antioksidan dalam madu memiliki daya aktif yang tinggi sehingga dapat meningkatkan perlawanan tubuh terhadap tekanan oksidasi.
Di samping kandungan yang telah disebutkan tadi, madu mengandung zat lain yang berguna bagi kesehatan tubuh. Misalnya, vitamin A, B1, B2, kalsium, kalium, magnesium, besi, dan zat-zat lainnya. Oleh karena itu, madu sangat bermanfaat bagi kesehatan Salah satu keunikan madu adalah karena madu mengandung zat antibiotik . Hal itu hasil penelitian Peter C Molan ( 1992 ) , peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto , Selandia Baru. Menurutnya Madu terbukti mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai kuman dan virus penyebab penyakit.

Cara Pembuatan Obat tradisional dengan menggunakan air kelapa dan madu
Alat Dan Bahan
1 gelas ukuran sedang
1 Buah Kelapa
2 sendok Makan Madu
Cara Pembuatan
Satu gelas air kelapa muda di campur dengan  2 sendok makan madu kemudian di aduk
Cara Pemakaian
Minumkan hasil campuran air kelapa dan madu tadi kepada penderita campak
Anak- anak  3- 4 X satu hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar